Catatan Hobi , Project , dan Perjalanan ngulik Teknologi

Langkah Awal Merakit Power Amplifier : Dari Komponen Hingga Pengujian

 Power Amplifier adalah salah satu perangkat Penting dalam dunia audio. Fungsinya untuk memperkuat sinyal suara agar bisa menggerakkan speaker dengan daya yang lebih besar. Bagi Pecinta Elektronika, Merakit Power Amplifier sendiri bukan hanya memberi kepuasan, tapi juga melatih pemahaman tentang rangkaian elektronika.Pada artikel ini , kita akan membahas langkah awal dalam Perakitan Hingga Pengetasan power Amplifier secara sederhana.


Untuk Merakit sebuah Power Amplifier kita perlu mempersiapkan alat dan bahan . Untuk alat Pasti semua Penghobi Elektronik sudah tidak bingung lagi apa saja alatnya.
Untuk bahan yang harus di siapkan antara lain:
I. Blok Power Suply 
    1. Transformator/Trafo
    2. Electrolit Kapasitor / elco
    3. Dioda Bridge
    4. Pcb Power Suply simetris
     Bahan bahan ini adalah komponen utama untuk membuat power Suply sebagai penyedia
     Daya bagi Power Amplifier. ukuran komponen mengesuakan dengan spek Amplifier yang akan 
     dibuat. Berikut Skema Power Suply simetris untuk Power Amplifier :
    Power Suply simetris memiliki 3 output yaitu Vcc + , Vcc - dan GND . Psu jenis ini yang sering 
    digunakan pada power amplifier.

II. Driver Amplifier
     Driver amplifier Biasanya sudah berbentuk rangkaian siap pasang saat membeli di pasaran.
     Banyak jenis driver yang dapat kita gunakan sesuai kebutuhan kita. Seperti Driver class AB 
     Class D , Class GB , Class H , Class TD dan lainnya. Sebagai Pemula dalam perakitan power 
     Amplifier saya sarankan menggunakan Driver class AB karna harganya yang ekonomis 
     mudah di rakit , komponen yang mudah di dapat di pasaran dan mudah di perbaiki saat ada 
     kerusakan. Berikut adalah contoh Driver class AB yang sering di pakai Hingga mendapat 
     julukan Driver Sejuta umat yaitu SOCL 506
    Tetapi Kita tidak langsung dapat menggunakan Driver ini Karena driver ini belum di lengkapi
    Transistor final sebagai penguat akhir. Driver ini menggunakan sepasang Transistor final yaitu 
    jenis PNP dan NPN. Kita dapat menggunakan Transistor seperti Toshiba 2SA1943 (PNP) dan 
    2SC5200(NPN).

III. Pendingin 
       Komponen pendingin sangat di butuhkan untuk perakitan power Amplifier Terutama pada 
      Amplifier class AB. Saat Amplifier terkena beban Transistor final akan bekerja dan
      menimbulkan panas. Tanpa pendingin , Amplifier tidak akan bekerja normal dan pada
      kebanyakan kasus Amplifier akan mengalami kerusakan. 
      Komponen pendingin Pada Amplifier Biasanya berupa Aluminium pendingin ( Heatsink)
      dan kipas sebagai pembuang panas.

         Transistor Final di pasang Pada heatsink sebagai pelepas panas. Karena Body dari transistor
         adalah Colektor yang terhubung langsung dengan tegangan dari Power Suply maka kita
         harus menambahkan lapisan isolator agar tidak terjadi korsleting.

IV. Pemasangan dan Pengujian 
      Setelah semua komponen yang kita butuhkan siap , maka kita dapat merakit semua 
      komponen itu ke dalam Box amplifier.Perakitan di mulai dari pemasangan trafo , 
      lalu pcb power suply yang berisi dioda dan elco , lalu lalu sambungkan vcc dan 
      gnd dari psu ke driver amplifier.
      ingat jangan sampai terbalik memasang kabel vcc + dan - ,
      jika terbalik maka akan langsung merusakan komponen amplifier. 
      Sambungkan juga konektor input untuk sumber audio dan konektor output 
      sebagai keluaran dari amplifier menuju speaker.

    
        sebelum kita menghubungkan amplifier yang telah selesai di rakit ke speaker.
        kita harus memastikan semua tegangan normal . tegangan yang wajib di ukur
        adalah : 
        1. VCC (Tegangan Output dari Power suply)
            Pengukuran utama ada pada tegangan ini karna ini adalah nyawa dari rangkaian
            jika tegangan ini bermasalah maka semua akan bermasalah. Pengukuran di lakukan
            pada tegangan Vcc + ke GND dan Vcc - ke GND. kedua tegangan ini harus seimbang.

        2. DCO ( Tagangan DC yang keluar pada output amplifier ) 
            Tegangan ini harus menunjukkan angka yang mendekati 0,0 mv saat di ukur.
            jika tegangan ini menunjukkan angka di atas 1 V atau bahkan hampir sama 
            dengan tegangan dari power suply maka itu menandakan ada komponen yang
            bermasalah atau human eror saat kita melakukan pemasangan. jika ini terjadi 
            dan kita labgsung menyambung ke speaker maka speaker kita akan terbakar.

        3. BIAS Transistor final ( Tegangan Basis pada transistor final)
            Kita juga wajib mengukur tegangan Bias. Tegangan ini yang mentriger kerja
            dari transistor final. Tegangan Bias yang normal antara 0.4 - 0.6 mv. semakin 
            besar tegangan bias maka akan semakin panas transistor final.

   Inilah tahapan sederhana Perakitan Power amplifier bagi pemula. Terima kasih....






Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Hai , Saya Herdiansyah Ramzani . Lahir di Silampuyang tanggal 17 maret 2006. Saya Mahasiswa aktif jurusan Teknik Informatika. Saya Alumni SMKS 2 Tamansiswa jurusan Teknik audio vidio